November Rain !!
13 November 2010
Malam itu di Semarang hujan.
Dan di sana juga hujan, di tempat Dia.
Dia orang yang ku Sayang.
Yang selalu ada untukku.
Yang sering mengisi kesepianku.
Yang memberi perhatiannya padaku.
Yang mencintaiku sejak dulu.
Dia Sahabatku.
Malam itu Bumi menangis.
Ditandai Hujan deras.
Di tempat ku dan di tempat dia.
Meski kami Jauh.
Dan malam itu juga hatiku ikut menangis.
Mendengar pengakuannya.
Segalanya tentang ku.
Yang membuat air mata mengalir.
Sama derasnya dengan hujan malam itu.
Setelah hampir 8 tahun terpendam.
Setelah banyak yang kami lewati.
Dalam persahabatan terindah buat ku.
Malam itu dia mengatakannya.
“KAMU lah cewek yang selalu aku ceritain selama ini, cewek yang tak pernah aku lupain, cewek yang buat aku tak mampu menoleh pada cewek lain, cewek yang udah sepenuhnya milikin hati aku, dan aku Terlanjur Cinta ma kamu”
Harusnya kata-kata ini keluar sejak dulu.
Saat kami duduk dibangku SMP.
Saat aku dan dia menghabiskan waktu kosong di sekolah.
Saat Teman-teman lain godain kita pacaran.
Saat kamu selalu duduk di bangku sebelahku setiap istirahat meski kita beda kelas.
Saat kamu nemenin aku dijemput setelah pulang sekolah.
Dan disaat perasaan itu tumbuh didiriku, bukan hanya kamu.
Kenapa harus sekarang?
Ketika aku melepas rasa yang dulu pernah ada.
Ketika persahabatan menjadi begitu berarti buat kita.
Ketika aku tak mampu membalas perasaan mu meski aku mau.
Ketika aku takut kehilangan sosokmu sebagai sahabat.
KENAPA ??
Malam itu aku menangis untuknya.
Untuk dia yang aku kecewakan.
Namun dia tak berubah.
Tetap tenang.
‘demi kamu’, katanya.
Aku menolak dia.
Bukan karna tak menyayanginya.
Tapi aku hanya takut membalas perasaan dia.
Takut menjalani hubungan lebih dari sahabat.
Takut terjadi sesuatu antara hubungan kami.
Takut menyakitinya.
Serta Takut kehilangan dia.
Bukan hanya sebagai orang yang aku cintai.
Tetapi juga sebagai sahabatku.
Aku mengecewakan Dia.
Itu yang membuat air mata ku terus mengalir.
Tanpa henti layaknya hujan malam itu.
Aku tetap memilih persahabatan kami.
Namun, aku tidak ingin ada yang berubah.
Aku tetap ingin dia yang dulu.
Yang selalu ada dan mengisi kesepianku.
Dengan perhatian dan cintanya.
Mungkin aku egois tetap menginginkan dia yang dulu.
Tanpa membalas rasa cintanya.
Tapi itu semua karna aku tidak ingin kehilangan dia.
Kehilangan dia yang menyayangiku.
Kehilangan dia sahabat ku.
Aku menangis malam itu.
Dan dengan ketulusannya sejak dulu.
Dia tetap menenangkan ku.
Meski aku menyakitinya.
Dia berkata “aku baik-baik saja,jangan nangis’.
Tapi aku tau dia berbohong untuk menenagkanku.
Aku semakin terluka dengan sikapnya itu.
Selalu melakukan segalanya untukku.
Meski aku tau kalau dia sakit.
Dia berjanji takkan pernah berubah.
Meski aku menolaknya.
Dia takkan jauh dariku.
Meski aku mengecewakannya.
Dia akan tetap seperti dulu.
Selalu ada untukku,selalu melakukan segalanya demi kebahagiaanku, dan menerima segala keputusanku.
Makasih untuk kasih sayang kamu, perhatian kamu, pengertian kamu, dan untuk segalanya.
Maaf untuk rasa yang tak mampu ku balas.
Untuk persahabatan yang aku pilih.
Untuk kekecewaan yang aku beri.
Dan untuk keegoisan agar kau tetap disini.
Tapi diatas semua itu.
Kamu harus tau, kalau selalu ada tempat special dihati aku hanya untuk kamu.
Dan tak pernah terganti dari dulu, sekarang dan sampai nanti J
“aku selalu berdo’a akan adanya AKU dan KAMU dikehidupan kedua nanti, bukan sebagai sahabat lagi, tapi dimana aku memulai pertemuan indah dengan kamu dan mampu membalas semua rasa yang pernah ada untukku dikehidupan sebelumnya”
Makasih untuk semua dan maaf untuk segala keputusan ku.
*huahh,,nulis beginian dgn soundtrack lagu-lagu Kerispatih memang bikin aku keinget kejadian semalalam T_T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar